Template by:
Free Blog Templates

vortex

Rabu, 29 Desember 2010

MENJALANKAN SQUID

MENJALANKAN SQUID

Setelah membuat konfigurasi Squid lewat file squid.conf, selanjutnya kita harus
menstart squid agar server itu dapat berjalan dengan baik. Proses squid
sebaiknya dijalankan oleh user squid dan bukan oleh root demi keamanan.
A To run Squid server in httpd-accelerator mode, the following files are
required and must
be created or copied to the appropriate directories on your server.
Copy the squid.conf file in the "/etc/squid/" directory.
Copy the squid script file in the "/etc/rc.d/init.d/" directory.
Copy the squid file in the "/etc/logrotate.d/" directory.
A To run Squid server in proxy-caching mode, the following files are required
and must be
created or copied to the appropriate directories on your server.
Copy the squid.conf file in the "/etc/squid/" directory.
Copy the squid script file in the "/etc/rc.d/init.d/" directory.
Copy the squid file in the "/etc/logrotate.d/" directory.
Create the squid script file (touch /etc/rc.d/init.d/squid) and add:
#!/bin/bash
# squid This shell script takes care of starting and stopping
# Squid Internet Object Cache
# chkconfig: - 90 25
# description: Squid - Internet Object Cache. Internet object caching is \
# a way to store requested Internet objects (i.e., data available \
# via the HTTP, FTP, and gopher protocols) on a system closer to the \
# requesting site than to the source. Web browsers can then use the \
# local Squid cache as a proxy HTTP server, reducing access time as \
# well as bandwidth consumption.
# pidfile: /var/run/squid.pid
# config: /etc/squid/squid.conf
Untuk menjalankan squid Pertama-tama kita harus membuat user squid yang
akan menjalankan proses Squid proxy server. Loginlah sebagai user squid dan
lakukan perintah berikut ini :
# squid uz
Perintah ini akan membuat direktori cache sebanyak dan sedalam yang telah
dideklarasikan pada file squid.conf. Lalu jalankan program squid :
# /usr/loacl/squid/bin/squid usY &
Perhatikan pesan yang muncul pada console, dan perhatikan juga file
/usr/local/squid/log/cache.log barangkali terjadi suatu kegagalan atau error.
Agar saat sistem direboot program Squid akan langsung berjalan secara
otomatis, tambahkan baris berikut ini pada file /etc/rc.d/rc.local/ :
# pico /etc/rc.d/rc.local
Tambahlah baris-baris berikut ini :
/usr/local/squid/bin/squid usY &

Hindari Menggunakan User root

Hindari Menggunakan User root

User root adalah user yang memiliki hak akses penuh terhadap system. Jika tidak
diperlukan sebaiknya user root ini sebaiknya tidak digunakan.Biasakan untuk
selalu bekerja menggunakan user biasa, dan ketika hak akses root diperlukan,
gunakan perintah su.
Perintah su digunakan untuk berpindah dari suatu user ke user lainya termasuk
untuk berpindah menjadi root. Untuk berpindah menjadi user lain perintahnya:
# su u namauser
Dimana nama user adalah user yang akan dituju, sedangkan untuk berpindah
menjadi user root, perintahnya:
# su u
Untuk lebih meningkatkan keamanan, perintah ini dapat dibatasi sehingga hanya
user-user tertentu saja yang dapat menggunakannya. Caranya adalah dengan
mengedit file /etc/suauth, tambahkan baris berikut pada file tersebut:
Root:ALL EXCEPT GROUP wheel: DENY
Baris tersebut akan membatasi perintah su hanya dapat digunakan oleh user
dalam group wheel.

Mematikan Service yang tidak Diperlukan

Dalam instalasi default, biasanya distribusi-distribusi Linux menyediakan banyak
service seperti web server, e-mail, FTP dan lain-lain. Padahal kadang tidak semua
service tersebut diperlukan. Semakin sedikit service yang berjalan, server tersebut
akan semakin aman.
Untuk mengetahui proses apa saja yang berjalan pada server, gunakan perintah:
# ps uaux
Atau:
# pstree
Sedangkan untuk melihat port yang digunakan oleh masing-masing service,
gunakan perintah:
# netstat uatu
Beberapa distribusi seperti Red Hat menggunakn perintah chkconfig untuk melihat
service apa saja yang akan dijalankan ketika server dihidupkan. Perintahnya
adalah berikut:
# chkconfig --del service
Di mana service adalah nama service yang akan dimatikan, contohnya:
# chkconfig udel sendmail
Setelah selesai mengurangi service yang tidak diperlukan, lakukan tes dengan cara
restart server. Jika server tersebut masih belum digunakan, hal ini untuk
memastikan bahwa memang service yang tidak diperlukan tidak akan berjalan lagi
jika suatu hari server direstart. Perintahnya:
# shutdown ur now
Setelah itu periksa kembali dengan menggunakan perintah ps atau pstree dan
netstat.

SUID dan SGID

SUID dan SGID

SUID dan SGID adalah file yang sewaktu dijalankan oleh user biasa, akan memiliki
hak akses yang sesuai dengan pemilik file tersebut. Jadi, jika pemilik file tersebut
adalah root, maka ketika user biasa menjalankan file tersebut, file akan memiliki
hak akses yang sama dengan root (mengenai hak akses, dapat dibaca pada bab
sebelumnya). Berikut adalah contoh sebuah file SUID:
-r-sr-xr-x 1 root root 36453 Jun 10 11:32
/usr/sbin/filesuid
Tanda s pada hak akses user (yang biasanya x) menandakan bahwa itu adalah file
tersebut akan berjalan oleh user biasa, maka file tersebut akan berjalan dengan
hak akses pemilik file tersebut, dalam hal ini adalah root.
Berikut adalah sebuah contoh file SGID:
-r-xr-sr-x 1 root root 36453 Jun 10 11:32
/usr/sbin/filesiud
Perhatikan tanda s pada hak akses grup pada file tersebut yang menandakan
bahwa ini adalah file SGID. File ini, jika dijalankan, akan berjalan dengan hak
akses grup sesuai dengan hak akses pemilik file, dalam hal ini adalah root.
File SGID dan SUID ini sering digunakan oleh cracker untuk mendapatkan hak
akses ke sistem. File jenis ini harus diawasi keberadaannya. Untuk mencari file
jenis ini diseluruh sistem kita, gunakan perintah find (tentang perintah find sudah
dibahas pada bab sebelumnya), caranya:
# find / -perm -4000 -0 -perm -2000 -exec ls -ldb { } \;
>> hasil. Txt
Perintah di atas akan mencari sebuah file SUID dan SGID mulai dari direktori root
dan menyimpan hasilnya dalam file hasil.txt.
Hak akses SUID dan SGID dapat dihilangkan dengan menggunakan perintah
chmod (perintah ini sudah dibahas pada bab sebelumnya), perintahnya:
# chmod us namafile
Di mana namafile adalah nama file yang akan dihilangkan hak akses SUID atau
SGID-nya.

Periksa File yang TidaK Ada Pemiliknya

File yang tidak ada pemiliknya dapat mengindikasikan adanya seseorang yang
berhasil memasuki sistem tanpa ijin. Carilah file semacam ini secara periodik dan
jika ditemukan, file tersebut dapat dihapus atau dimasukkan ke dalam salah satu
user dengan perintah chown. Cara mencari tipe file seperti ini adalah dengan
perintah:
# find / -nouser -o -nogroup
Untuk mengganti pemilik file perintahnya:
# chown user.grup namafile
Dimana user adalah user yang akan dijalankan pemilik file dan grup adalah grup
dari user tersebut, sedangkan namafile adalah namafile yang akan diganti
pemiliknya.

MENGGUNAKAN UMASK

MENGGUNAKAN UMASK

Perintah umask digunakan untuk mendifinisikan hak akses yang akan diterapkan
ketika sebuah file dibuat. Perintah umask 022 akan membuat hak akses setiap file
yang baru dibuat manjadi 644 atau read write untuk pemilik file dan read untuk
group dan other.
Tambahkan perintah umask 022 tersebut pada file /etc/profile sehingga setiap
kali komputer dihidupkan, perintah tersebut akan dijalankan.

Menggunakan chattr

Perintah chattr digunakan atribut sebuah file menjadi read-only atau hanya bisa
dibaca dan append-only atau hanya bisa ditambah.
58
Sebuah file dibuat read-only untuk melindungi supaya tidak dapat diubah oleh
semua user termasuk user root. Jika file tersebut perlu diubah, user root dapat
menghapus atribut read-only tersebut terlebih dahulu, kemudian mengubah file.
Atribut appand-only digunakan supaya file tersebut tidak dapat diubah, tetapi
hanya dapat ditambah. File log seperti /var/log/messanges lebih baik dibuat
append-only supaya orang lain tidak dapat menghapus isinya, caranya:
# chattr +a /var/log/messanges
Untuk mengilangkan atribut di atas, gunakan:
# chattr -a /var/log/messanges
Untuk membuat sebauh file memiliki atribut read-only, gunakan perintah:
# chattr +i /etc/services
Untuk melihat atribut yang sudah di-set, gunakan perintah Isattr.
SSH
Jika diperlukan akses kemputer lain dalam jaringan, jangan gunakan telnet karena
telnet mengirimkan semua informasi termasuk data penting seperti password
dalam bentuk teks biasa.
Untuk itu SSH dapat digunakan karena ia memiliki fungsi yang sama dengan
telnet. Bedanya, pada SSH setiap data yang akan dikirim diacak terdahulu
sehingga lebih aman.
Sewaktu instalasi Linux, biasanya SSH sudah terinstal, ada beberapa setting yang
dapat diubah untuk membuat SSH lebih aman, letak file setting SSH ada di
/etc/ssh_config dan /etc/ssh/sshd_config
Yang pertama adalah jangan menggunakan user root untuk login; untuk
menghalangi user menggunakan user root, set parameter permitRootLogin
menjadi no. Untuk mengakses user root pada komputer lain, login terlebih dahulu
dengan user biasa, kemudian gunakan perintah su untuk mengubah user menjadi
root.
Yang berikutnya, set parameter StrictMode menjadi yes. Parameter ini akan
membuat user tidak mengakses direktori home dari user yang lainnya.
User yang diperbolehkan untuk mengakses sistem dengan menggunakan SSH
juga dapat dibatasi, caranya adalah dengan menuliskannya pada parameter
AllowUsers, contohnya:
AllowUser user1 user2 user3
Pembatasan tersebut juga dapat dilakukan berdasarkan nomor IP dari komputer
yang mengakses, untuk itu gunakan parameter AllowHosts, contohnya:
AllowHosts 192.168.1.1 192.168.1.2

My Musik

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

Comment