Template by:
Free Blog Templates

vortex

Tampilkan postingan dengan label Administrator Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Administrator Jaringan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Desember 2010

MENGGANTI/MENGARAHKAN KE REPOSITORY LOKAL MELALUI KONEKSI INTERNET

MENGGANTI/MENGARAHKAN KE REPOSITORY LOKAL MELALUI KONEKSI INTERNET

Tekan Alt+F2
Ketikkan :
gnome-terminal/xterm

ketikkan :
$sudo gedit /etc/apt/sources.list

Selain gedit bisa juga menggunakan command-line based seperti vi atau nano.

Ganti kodenya seperti berikut :

deb http://kambing.vism.org/ubuntu jaunty main restricted universe multiverse.
deb-src http://kambing.vlsm.org/ubuntu jaunty main restricted universe multiverse.

##MAJOR BUG FIX UPDATES produced after the final release the
##distribution
deb http://kambing.vlsm.org/ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.vlsm.org/ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse

##UBUNTU SECURITY UPDATES
deb http://kambing.vlsm.org/ubuntu jaunty-security main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.vlsm.org/ubuntu jaunty-securtiy main restricted universe multiverse

##BACKPORTS REPOSITORY
(unsupported.May contain ilegal packages,use at own risk)
deb http://kambing.vlsm.org/ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.vlsm.org/ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse

Kemudian save dengan tekan : Ctrl+S

Masuk ke command prompt ketikkan :
$sudo apt-get update

setelah itu ketikkan :
$sudo apt-get upgrade

Alamat repository lainnya :
1.Mirror.its.ac.id.
2.Kambing.ui.edu.
3.Mirror.cbn.net.id
4.Komo.vlsm.org
5.Indika.net.id
6.Ftp.itb.ac.id
7.www.foss-id.web.id

KONFIGURASI TCP/IP DI LINUX

KONFIGURASI TCP/IP DI LINUX

tekan Alt+F2

ketikkan :
gnome terminal/xterm

#man interfaces
#man resolv.conf

kemudian ketikkan :
$sudo gedit /etc/network/interfaces

ketikkan :
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.0.8
network 192.168.0.0
netmask 255.255.255.0
brnadcast 192.168.0.255
gateway 192.168.0.1

Atau klik System->Preferences->Network pilih dan klik Wired klik tombol Add pada tab IPV4 Setting method pilih Automatic (DHCP)
Kemudian di save.

KONFIGURASI NAMA WORKGROUP

KONFIGURASI NAMA WORKGROUP

ketikkan :
$sudo gedit /etc/samba/smb.conf

Ganti nama Workgrup dengan
NUSANTARA kemudian ganti tulisan MSHOME dengan nama Workgrup yg anda inginkan

workgroup = new_domain_or_workgroup

kemudian save file tersebut

ketikkan :
$sudo testparm
$sudo /etc/init.d/samba restart

INSTALASI SAMBA

INSTALASI SAMBA

tekan Alt+F2

ketikkan :
gnome terminal/xterm

ketikkan perintah berikut :
$sudo apt-get install samba

SHARING DENGAN CARA MANUAL

SHARING DENGAN CARA MANUAL

Tekan Alt+F2

Ketikkan :
gnome-terminal/xterm

ketikkan :
$sudo gedit /etc/samba/smb.conf

ketikkan :
[nama folder share]
path= /path/nama/directory
writable=no
public=yes
guest ok=yes
guest only=yes
guest account=nobody
browsable=yes

kemudian save file tersebut

Ketikkan :
 /etc/init.d/samba restart

MEMBUAT USER SAMBA

MEMBUAT USER SAMBA

Tekan Alt+F2

Ketikkan :
gnome-terminal/xterm

ketikkan :
$sudo smbpasswd -a <username>

Masukan password anda 2x

kemudian :
$sudo /etc/init.d/samba restart

MENGUNAKAN SWAT

MENGUNAKAN SWAT

Tekan Alt+F2

Ketikkan :
gnome-terminal/xterm

ketikkan :
$sudo apt-get install swat
$sudo apt-get install xinetd

buka file /etc/inetd.conf

copy kode berikut :
# default: off
# description: SWAT is the Samba Web Admim Tool. Use swat \
#to configure your Samba server. To use SWAT, \
#connect to port 901 with your favorite web browser.
Service swat
{
  port = 901
  socket_type =stream
  wait = no
  only_from = localhost
  urer = root
  server = /usr/sbin/swat
  log_on_failure += USERID
  disable = no
}

Save file xinet.d dan restart

kemudian ketikkan perintah :
$sudo /etc/xinet.d/resrtart

kemudian buka firefox ketikkan :
http://localhost:901, isikan username dan password system linux.

KONFIGURASI SHARE PRINTER LOKAL

KONFIGURASI SHARE PRINTER LOKAL

tekan Alt+F2

ketikkan :
gnome terminal/xterm

kemudian ketikkan :
$sudo gedit /etc/samba/smb.conf

kemudian copy kode berikut :
##########Printing##########

#untuk load printer secara otomatis
load printers = yes

#// Some BSD printing stuff,
#//do not edit if you do not need to

#CUPS printing. See also the cupsaddsmb(8) manpage in the

#cupsys-client package.

 printing = cups

 printcap name = cups

#edit pula bagian printers di share definitions

#================Share Definitions================#

#[ . . .] // File and Folder sharing,
[printers]
    Comment = All printers
    Browsable = no
    Path = /tmp
    Printable = yes
    Public = yes
    Writable = no
    Create mode = 0700
    Printcap name = /etc/printcap
    Print command = /user/bind/lpr -P%p -r%s
Printing = cups

kemudian save file tersebut lalu restart samba dengan perintah :
 /etc/init.d/samba restart

KONFIGURASI SAMBA SEBAGAI PDC

KONFIGURASI SAMBA SEBAGAI PDC

 Tekan Alt+F2

Ketikkan : gnome terminal/xterm

Kemudian install dengan perintah berikut :
$sudo apt-get install winbind

Ketikan :
# gedit /etc/samba/smb.conf

Kemudian copy kode berikut :

[global]
Workgroup=jaringanlinux
Netbios name = ubuntuserver
Server string = %h server (samba,ubuntu)
Passdb backend = tdbsam
Security = user
Username map = /etc/samba/smbusers
Nama resolve order = wins bcast hosts
Domain logons = yes
Preferred master = yes
Wins support = yes
# Useradd scripts
Add user script = /user/sbin/useradd -m %u
Delete user script = /user/sbin/userdel -r%u
Add group script = /user/sbin/groupadd %g
Delete group script = / user/sbin/groupadel %g
Add user to group script = user/sbin/usermod -G %g %u
Add machine script = /user/sbin/useradd -s /bin/false/ -d /var/lib/nobody %u
Idmap uid = 15000-20000
Idmap gid = 15000-20000

# sync smb passwords woth linux passwords
passwd prngram = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *Enter\snew\sUNIX/spassword:* %n\n *Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n.
passwd chat debug = yes
unix password sync = yes

#set the loglevel
log level = 3

[homes]
comment = Home
valid users = %S
read only = no
browsable = no

[netlogon]
comment = Network Logon Service
path = /home/samba/netlogon
admin users = Administrator
valid users = %U
read only = no

[profile]
comment = User profiles
path = /home/samba/profiles
valid users = %U
create mode = 0600
directory mode = 0700
writable = yes
browsable = no

sesudah itu save file dan buat directory samba di home dan directory netlogon dan profiles.

 /var/spool/samba

buat dengan printah :
mkdir /home/samba
mkdir /home/samba/netlogon
mkdir /home/samba/profiles
mkdir /var/spool/samba

kemudian berikan atribut ke folder tersebut :

chmod 777 /var/spool/samba/
chown -R root:users /home/samba/
chmod -R 771 /home/samba/

kemudian ketikkan :
# gedit /etc/nsswitch.conf
# gedit /etc/hosts

buat password root untuk samba dan harus berbeda dengan password root linux.

smbpasswd -a root
New SMB password: [masukkan password]
Retype new SMB password: [masukkan password]

ketikkan :
 /etc/samba/smbusers

isikan dengan teks "root=Administrator" :
#echo "root = Administrator" > /etc/samba/smbusers

kemudian setting domain group windows dengan printah berikut :
#net groupmap add ntgroup="Domain Admins" unixgroup=root
#net groupmap add ntgroup="Domain Users" unixgroup=users
#net groupmap add ntgroup="Domain Guests" unixgroup=nogroup

sekarang tambahkan user non root yg akan digunakan untuk mengakses PDC.

Ketikkan perintah :
useradd pengguna -m -G users
New SMB password: [masukkan password]
Retype nex SMB password: [masukkan password]

lalu anda harus membuat direktory yg dpt di akses semua urer dan mengganti ownership dengan  printah chown dan atribut dengan chmod dengan perintah berikut :
mkdir -p /home/shares/allusers
chown -R root:users /home/shares/allusers
chmod -R ug+rwx,o+rx-w /home/shares/allusers

gedit /etc/samba/smb.conf

copy kode berikut :
[allusers]
commanet = All Users
path = /home/shares/allusers
valid users = @users
fosce group = users
create mask = 0660
directory mask = 0771
writable = yes

save kemudian restart :
# /etc/init.d/samba restart

untuk mengujinya ketikan :
# smbclient -L localhost -U%

INSTALASI FIRESTARTER

INSTALASI FIRESTARTER

Tekan Alt+F2

Ketikkan :
gnome-terminal/xterm

# apt-get install firestarter

INSTALASI ANTIVIRUS DI LINUX

INSTALASI ANTIVIRUS DI LINUX

Tekan Alt+F2

Ketikkan :
gnome-terminal/xterm

salin file .deb yang telah di istal ke folder /usr/src,

kemudian eksekusi perintah berikut :
# dpkg -i avg [nama lengkap].deb

kemudian jalankan registrasi untuk mengisikan nama perusahaan Anda dengan mengeksekusi perintah berikut :
# /opt/grisoft/avggui/bin/avggui_update_licinfo.sh
INSTALASI DNS SERVER

Tekan Alt+F2

Ketikkan :
gnome-terminal/xterm

Pertama Lakukan instalasi bind9
# apt-get install bind9

ada 3 file penting pada konfigurasi DNS yaitu db.127, db.local, dan named.conf
semua file tersebut ada di direktory /etc/bind

dalam tutorial ini saya memakai IP. 200.50.50.1 yang akan di resolv menjadi nama domain.
okelah kalau begitu, kita mulai :)
masuk ke direktory /etc/bind
#cd /etc/bind

salinlah file db.127 menjad file dgn namai 200 (dari mana 200)
200 adalah hanya sebuah nama file, saya ambil dari oktet pertama IP Address yang sudah di tentukan. by the way, inilah perintahnya

#cp db.127 200

lalu ganti nama file db.local menjadi nama domain yang kita tentukan

#cp db.local debianku.com

setelah itu edit lah file 200, saya memakai pico sebagai editor teks
#pico /etc/bind/200

berikut ini isi file 200

;
; BIND reverse data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA www.debianku.com. root.debianku.com. (
1 ; Serial
  604800 ; Refresh
   86400 ; Retry
 2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS localhost.
6 IN PTR www.debianku.com.

setelah itu simpan file tersebut
lalu edit file debianku.com

#pico /etc/bind/debianku.com

;
; BIND data file for local loopback interface
;

$TTL 604800
@ IN SOA www.debianku.com. root.debianku.com. (
1 ; Serial
  604800 ; Refresh
   86400 ; Retry
 2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS localhost.
@ IN A 127.0.0.1
www IN A 200.50.50.1

lalu simpan
edit file named.conf

# gedit /etc/bind/named.conf

kemudian tambahkan kode berikut :
zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
        type master;
        file " /etc/bind/ip.db
};
zone "serverubuntu.co.id" {
        type master;
        file " /etc/bind/www.db
};

INSTALARI FTP SERVER

INSTALARI FTP SERVER

Tekan Alt+F2

Ketikkan :
gnome-terminal/xterm

# apt-get install proftpd

kemudian Anda dapat memilih Stamdalone

KONFIGURARI FTP

KONFIGURARI FTP

Tekan Alt+F2

Ketikkan :
gnome-terminal/xterm

ketikan :
# gedit /etc/proftpd/psoftpd.conf

Ø Install paket vsftpd untuk versi yang terbaru

#apt-get install vsftpd

Ø Mengedit script vsftpd.conf

#pico /etc/vsftpd.conf


# Allow anonymous FTP? (Beware – allowed by default if you comment this out )

anonymous_enable=YES

#

# Uncoment this to allow local users to log in.

local_enable=YES

#

# Uncoment this to enable any form of FTP write command.

write_enable=YES

# Default umask for local user is 077. you may wish to change this to 002,

# if your user expect that (022 is used by most other ftpd’s)

# local_umask=022

#

# Uncomment this to allow the anonymous FTP user to upload files. This only

# has an effect if the above global write enable is activated. Also, you will

# obviously need to create a directory writable by the FTP user.

anon_upload_enable=YES

#

# Uncomment this if you want the anonymous FTP user to be able to create

# new directories.

anon_mkdir_write_enable=Yes

#

# Activate directory messages-messages given to remote users when they

# go into a certain directory.

dirmessage_enable=YES

#

# Activate logging of uploads/downloads.

xferlog_enable=YES

#

# Make sure PORT transfer connections orginate from port 20 ( ftp-data).

connect_from_port_20=YES


PS : Tanda yang becetak tebal merupakan tanda yang telah dihilangkan tanda pagarnya

KONFIGURASI QUOTA

KONFIGURASI QUOTA

Sebelum mencoba untuk menggunakan disk quota perlu diingat bahwa quota
harus sudah dikonfigurasi di kernel anda dan sistem anda sudah terinstall
paket quota. Pada Linux Redhat versi 6.2, paket quota bisa diinstall dengan
rpm jika saat instalasi sistem, paket quota tidak dipilih. Setelah itu konfigurasi
ulang kernel anda dan pada bagian quota support ketikkan y :
Quota support (CONFIG_QUOTA) [n] y
Pada Linux redhat 6.2, jika quota sudah diinstall, maka secara otomatis saat
booting sistem akan mengaktifkan quota. Untuk mengecek apakah quota
sudah aktif lakukan perintah berikut :
# /usr/sbin/quotacheck uavug
Kemudian hidupkan quota :
# /usr/sbin/quotaon -avug
Setelah itu anda harus menyunting file /etc/fstab untuk mengaktifkan disk
quota per baris file sistem, dimana anda dapat mengaktifkan quota untuk
masing-masing user atau group atau keduanya untuk semua file sistem yang
ada di Linux. Sebelum quota diaktifkan tampilan file /etc/fstab adalah sbb:
/dev/hda1 / ext2 defaults 1 1
/dev/hda2 /home ext2 defaults 1 1
Untuk mengaktifkan quota user, tambahkan "usrquota" pada kolom keempat
setelah "defaults" menjadi :
/dev/hda1 / ext2 defaults 1 1
/dev/hda2 /home ext2 defaults,usrquota 1 1
Cara untuk mengaktifkan quota group hampir sama, yaitu hanya dengan
mengganti options usrquota menjadi grpquota. Sedangkan untuk mengaktifkan
keduanya, dapat dilakukan dengan mengubah options seperti berikut :
/dev/hda1 / ext2 defaults 1 1
/dev/hda2 /home ext2 defaults,usrquota,grpquota 1 1
Kemudian perlu dibuat juga file yang berfungsi menyimpan record quota yaitu
quota.user dan quota.group. Keduanya harus diset owner sebagai root, dan
hanya boleh di read-write oleh root saja. File ini biasa diletakkan di partisi
/home.
# cd /home
# touch quota.user
# touch quota.group
# chmod 600 quota.user
# chmod 600 quota.group
Untuk keterangan lebih lanjut tentang fstab, baca manualnya :
# man fstab
Selanjutnya reboot sistem agar quota dapat berjalan. Jika operasi sudah
berjalan normal anda tidak perlu lagi menjalankan perintah quotacheck dan
quotaon. Anda hanya perlu memastikan bahwa quota benar-benar sudah
diaktifkan. Cara yang mudah untuk melakukan ini ialah dengan menjalankan
perintah quota uv. Dari keluaran perintah ini dapat anda lihat satu baris
informasi tentang pemakaian disk dan batas quota saat itu untuk masingmasing
file sistem yang telah diaktifkan quotanya.
Untuk mengalokasikan batas quota digunakan perintah edquota. Perintah
dapat digunakan baik untuk mengatur quota seorang user maupun quota
sebuah group. Apabila perintah edquota digunakan untuk mengatur quota
seorang user maka setelah perintah edquota bisa diikuti dengan flag uu atau
bisa juga tidak, baru kemudian diikuti namauser yang akan diatur quotanya.
Jika peintah edquota tidak diikuti flag, maka secara default perintah edquota
tersebut dianggap akan mengatur quota seorang user alias menggunakan flag
uu. Karena itu, jika perintah edquota ini akan digunakan untuk mengatur quota
sebuah group, maka setelah perintah ini harus diikuti flag ug baru kemudian
diikuti nama group yang akan diatur quotanya. Selain itu perintha edquota ini
juga dapat digunakan untuk mengatur quota dua atau lebih user atau group
sekaligus. Sintaksnya :
# edquota <user1> <user2> <user3> adst
dan untuk mengatur dua atau lebih group digunakan :
# edquota -g <group1> <group2> <group3> adst
Ketika perintah edquota diminta, secara otomatis sistem akan menggunakan
fasilitas teks editor vi untuk menyunting batas-batas quota yang dikehendaki.
Penggunaan perintah edquota dapat dilihat pada contoh berikut :
Untuk edit quota user
# edquota uu bagus
Quotas for user bagus:
/dev/hda2: blocks in use: 2594, limits (soft = 5000, hard = 6500)
inodes in use: 356, limits (soft = 1000, hard = 1500)
"blocks in use" adalah jumlah total blok (dalam kilobyte) yang telah dipakai
oleh user. "inodes in use" adalah jumlah total file yang dimiliki user dalam
partisi tersebut.
Untuk edit quota group
# edquota ug asisten
Quotas for group asisten:
/dev/hda4: blocks in use: 5799, limits (soft = 8000, hard = 10000)
inodes in use: 1454, limits (soft = 3000, hard = 4000)
Seringkali seorang administrator ingin supaya ia dapat mengatur batas quota
pada suatu rentang uid atau user ID, sehingga dia tidak perlu memberikan
batas quota masing-masing user satu demi satu yang tentu saja akan
memakan waktu dan tenaga. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan
flag up pada perintah edquota. Hal pertama yang harus dilakukan dalam
penduplikasian batas quota untuk sejumlah user ini adalah menentukan batas
quota yanag akan dijadikan contoh atau prototype pada seorang user saja.
Setelah itu proses duplikasi dapat dilakukan. Jika diasumsikan shell anda
adalah csh dan user ID dimulai pada nomor 500 maka digunakan perintah :
# edquota -p bob `awk -F: '$3 > 499 {print $1}' /etc/passwd`
Jika anda ingin mengeset sendiri grace periode, dapat dilakukan perintah
edquota ut. Maka akan ditampilkan :
# edquota -t
Time units may be: days, hours, minutes, or seconds
Grace period before enforcing soft limits for users:
/dev/hda2: block grace period: 0 days, file grace period: 0 days
Jika anda ingin mengeset grace periode menjadi 5 hari maka anda cukup
mengubah angka 0 days menjadi 5 days, disesuaikan dengan block dan
filenya.
Keterangan selengkapnya baca di manual :
# man edquota
Setelah disk quota aktif pada system, tentu saja administrator ingin memeriksa
batas quota dan kapasitas disk quota yang telah digunakan. Untuk melakukan
hal itu, selain dapat menggunakan perintah quota, juga dapat digunakan
perintah repquota. Perintah quota hanya dapat digunakan oleh seorang user
untuk memeriksa quota user dan group, dan pemakaian kapasitas disk yang
dimilikinya. Perintah ini tidak bisa digunkan untuk melihat informasi quota
yang dimiliki user lain atau group lain, jika hanya menggunakan account user
biasa. Hanya superuser atau yang memiliki account root yang dapat melihat
informasi quota y ang dimiliki user lain beserta pemakaiannya. Perintah
repquota dapat digunakan untuk mendapatkan ringkasan dari semua informasi
quota dan pemakaian disk untuk file system yang telah diaktifkan quotanya.
Berbeda dengan perintah edquota, pada perintah repquota ini jika anda tidak
menambahkan flag apapun, secara otomatis yang akan ditampilkan adalah
quota untuk masing-masing user dan quota untuk masing-masing group (jika
keduanya ada). Jadi misalkan ingin melihat alokasi quota tiap user di file
system /home digunakan perintah :
# repquota uu /home
misalnya tipe user di file sistem /home ini telah diatur, akan muncul tampilan :
Block limits File limits
User used soft hard grace used soft hard grace
root -- 175419 0 0 14679 0 0
bin -- 18000 0 0 735 0 0
uucp -- 729 0 0 23 0 0
man -- 57 0 0 10 0 0
bagus -- 13046 15360 19200 806 1500 2250
andri -- 2838 5120 6400 377 1000 1500
Penggunaan perintah quota uv oleh seorang user dapat dilakukan untuk
melihat batas quota yang dimilkinya di file system tertentu. Sebagai contoh di
bawah ini user adjie akan melihat batas quota yang dimilikinya :
# quota uv
Disk quotas for user adjie (uid 501) :
Filesystem blocks quota limit grace files quota limit grace
/home 525* 500 550 5days 17 0 0
/usr 0 500 550 0 0 0
Pada file system /home dari contoh di atas dapat dilihat bahwa user tersebut
telah lewat 25 blok dari batas quota yang diizinkan dan mempunyai sisa
perpanjangan waktu 5 hari lagi. Tanda asterisk (*) menunjukkan bahwa user
tersebut saat ini telah melewati batas quota yang dimilikinya. File system yang
tidak digunakan sama sekali oleh user biasanya tidak akan ditampilkan dalam
keluaran peintah quota, meskipun user tersebut mempunyai jatah quota pada
file system tersebut. Jadi pada contoh di atas (user adjie selain punya quota di /home juga ada di /usr). Jika perintah quota digunakan tanpa flag apapun,
maka quota user adjie di /usr tidak akan ditampilkan karena dia sama sekali
belum menggunakan jatah quotanya di file system tersebut. Tapi karena
perintah edquota menggunakan flaguv maka semua informasi tentang quota
yang dimilikinya akan ditampilkan.

Membuat password Clien Samba terenkripsi

Membuat password Clien Samba terenkripsi

File "/etc/smbpasswd" adalah file password Samba yang terenkripsi. File ini berisi
username, UID, password terenkripsi masing-masing user yang dapat mengakses
Samba. Jika seorang user tidak terdaftar dalam file ini, maka ia tidak dapat
melakukan koneksi ke server. Untuk membuat account Samba, user-user samba
harus sudah ada dalam file "/etc/passwd" Linux. Jika kita ingin menambahkan
user yang dapat mengakses Samba, kita harus menambahkan nama user tersebut
pada file "/etc/passwd" sistem Linux kita sbb: (Misal kita ingin menambahkan user
"smbclient").
# adduser smbclient
# passwd smbclient
Changing password for user smbclient
New UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd:all authentication tokens updated successfully
Setelah kita manambahkan semua client Samba pada file "/etc/passwd", Kita
dapat membuat file "/etc/smbpasswd" dari file "/etc/passwd" dari Linux server
(Ingat agar semua user yang akan mengakses samba sudah ada dalam file
"/etc/passwd") dengan perintah sbb:
# cat /etc/passwd | mksmbpasswd.sh > /etc/smbpasswd
Kemudian kita harus membuat account user Samba pada file "/etc/smbpasswd"
sebelum kita dapat menggunakannya.
# smbpasswd ua smbclient
New SMB password:
Retype new SMB password:
Added user smbclient
Password changed for user smbclient.
Kemudian ubahlah setting permisi file "smbpasswd" ini agar hanya bisa dibaca dan
ditulisi oleh account "root" :
# chmod 600 /etc/smbpasswd
Untuk memeriksa kesalahan dalam penulisan file "smb.conf", lakukan perintah ini :
# testparm
Untuk menjalankan dan menghentikan daemon Samba, nmbd dan smbd secara
otomatis kita dapat menjalankan script file "/etc/rc.d/init.d/smb". Pastikan bahwa
file ini mempunyai permisi yang hanya bisa dibaca, ditulis, dan dieksekusi oleh
user "root".
# chmod 700 /etc/rc.d/init.d/smb
Lalu buat simbolik link rc.d pada Samba dengan perintah :
# chkconfig u-add smb
Agar sript Samba secara otomatis menjalankan daemon nmbd dan smbd saat
sistem dihidupkan (atau direboot) lakukan perintah berikut ini :
# chkconfig -ulevel 345 smb on

Menjalankan Samba

Menjalankan Samba

Sebelum menjalankan Samba kita harus membuat direktori seperti yang sudah
didefinisikan pada file Makefile. Hal ini karena direktori ini tidk secara otomatis
dibuat saat mengeksekusi perintah make install.
# mkdir /usr/local/samba/var
Samba dapat dijalankan dengan dua macam cara. Pertama dijalankan sebagai
daemon dan kedua menjalankannya dari inetd. Samba yang dijalankan sebagai
daemon akan sedikit lebih cepat dalam melayani permintaan client jika
dibandingkan dengan Samba yang dijalankan dari inetd. Biasanya berbagai
distribusi Linux sudah mempunyai script untuk menstart dan menstop servis
Samba. Untuk menjalankan Samba kita harus menjalankan daemon smbd dan
nmbd. Lakukan perintah berikut ini :
# /usr/local/samba/bin/smbd uD
# /usr/local/samba/bin/nmbd uD
Agar Samba selalu dijalankan setiap kali Linux melakukan booting, kita dapat
menambahkan baris-baris di atas pada file /etc/rc.d/rc.local :
# pico /etc/rc.d/rc.local
/usr/local/samba/bin/smbd uD
/usr/local/samba/bin/nmbd -D
Apabila dalam sistem kita tidak mempunyai script untuk menjalankan Samba
secara otomatis, maka kita harus menuliskannya secara manual. Misalkan dengan
cara membuat file "/usr/local/bin/startsmb/" untuk menjalankan dan
menghentikan secara otomatis daemon Samba server.
# pico /usr/local/samba/bin/startsmb
Tambahkan baris-baris berikut ini :
#!/bin/sh
/usr/local/samba/bin/smbd uD
/usr/local/samba/bin/nmbd -D
Untuk menjalankan Samba kita tinggal mengeksekusi file startsmb tersebut.
# /usr/local/samba/bin/startsmb
Untuk mematikan Samba, kill proses smbd dengan cara sbb :
# ps ax|grep smbd
Dengan perintah di atas akan tampak proses smbd beserta nomor PID-nya.
# kill -9 [nomor PID smbd]

Instalasi Squid

Instalasi Squid

Untuk mendapatkan source squid terbaru dapat download di
ftp://squid.nalr.fr/squid/ atau homepage squid http://www.squid-cache.org/.
Dalam modul ini kita akan melakukan instalasi secara manual yaitu squid-
2.3.STABLE2-src.tar.gz. Sebelum instalasi pastikan source ini sudah ada (misal di
direktori /usr/local).
1. Masuklah ke direktori /usr/local/ dan ekstark source dengan perintah:
# cd /usr/local
# tar zxvf squid-2.3.STABLE2-src.tar.gz
2. Squid proxy-server tidak dapat berjalan sebagai sebagai super user root, oleh karena itu kita harus membuat account khusus tanpa shell untuk menjalankan
Squid Proxy Server :
# useradd ud /cache/ -r us /dev/null 2>&1
# mkdir /cache/
# chown uR squid.squid /cache/
Perintah pertama akan menambahkan user "squid" ke file /etc/passwd, lalu
membuat direktori "/cache" (jika belum ada) kemudian mengubah kepemilikan
direktori "/cache" ke user "squid".
3. Setelah proses ekstarksi akan terbentuk direktori squid-2.3.STABLE2-src,
masuk ke direktori tersebut dan lakukan konfigure otomatis yang akan
memberikan output berupa file Makefile.
# ./configure --prefix=/usr/local/squid
4. Selanjutnya lakukan kompilasi dan install sbb:
# make
# make install
Hasil instalasi bisa dilihat di direktori /usr/local/squid. Di dalamnya terdapat
direktori /bin, /logs dan /etc.

Konfigurasi Squid

Konfigurasi Squid

Setelah proses instalasi selesai, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi
squid. File konfigurasi ini biasanya terletak pada direktori /usr/local/squid/etc.
Squid biasanya sudah menyediakan file konfigurasi default yaitu
squid.conf.default, yang berisi parameter-parameter squid secara lengkap, berikut
deskripsi serta contoh penggunaannya.

Konfigurasi file Squid.conf

Dalam direktori /usr/local/squid/bin akan terdapat file-file sbb:
squid program utama
dnsserver server untuk melayani request pemetaan
ip <-> nama tiap child proses squid
cachemgr program tambahan untuk memantau server secara otomatis
runchace script untuk memulai squid
Sedangkan dalam direktori /usr/local/squid/etc akan terdapat file-file konfigurasi
sbb :
squid.conf.default file konfigurasi squid default
mime.conf.default file konfigurasi mime default
Sedangkan file-file log akan terdapat pada direktori /usr/local/squid/logs, yaitu :
access.log mencatat log aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh klien.
cache.log mencatat log yang dicatat oleh cache server.
store.log mencatat setiap log yang berhubungan dengan database.

Konfigurasi Mode Httpd-Accelerator

Konfigurasi Mode Httpd-Accelerator

Berikut kita akan membahas bagian-bagian yang perlu diedit pada file squid.conf :
http_port 80
Option ini menyatakan nomor port yang akan digunakan Squid untuk permintaan
HTTP client. Jika diset 80, client akan seolah-olah terkoneksi dengan Webserver
Apache.
icp_port 0
Option ini menentukan nomor port tempat Squid mengirim dan menerima
permintaan ICP dari cache lainnya. Untuk mendisable kita set 0, karena kita
mengkonfigurasi Squid sebagai mode accelerator Web Server. ICP diperlukan
hanya pada multilevel cache dengan multilevel siblings dan parent.
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \? and no_cache deny QUERY
Option ini menyatakan objek yang tidak pernah dicached.
cache_mem 16 MB
Option ini menyatakan jumlah memori (RAM) yang digunakan untuk caching.
Squid menggunakan memori lebih besar dari nilai yang tertera. Sebaiknya jumlah
ini sepertiga dari memori total.
cache_dir ufs /cache 200 16 256
Option "cache_dir" menyatakan jenis sistem storage yang digunakan (ufs).
Space disk sebesar 200 MB, jumlah subdirektori tingkat pertama dalam direktori
cache adalah 16 dan jumlah subdirektori tingkat kedua yang dibuat dalam
direktori cache tingkat pertama adalah 256. Dalam mode accelerator hal ini
berkaitan dengan besar dan jumlah file yang ingin di tampilkan pada webserver
Apache.
emulate_httpd_log on
Jika option ini dibuat "ON", Squid akan membuat format file log yang sama
dengan Webserver Apache. Hal ini berguna terutama jika kita ingin menggunakan
program seperti Webalizer.
redirect_rewrites_host_header off
Jika diset "OFF", Squid tidak akan menulis ulang suatu host.
replacement_policy GDSF
Option "replacement_policy" menyatakan objek dalam cache yang akan dihapus
Squid saat proxy membutuhkan ruang disk yang lebih banyak.
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0 and http_access allow all
Options "acl" and "http_access" mengatur batasan akses terhadap Proxy server
Squid. Pada contoh di atas, kita berarti mengijinkan setiap orang terkoneksi lewat
proxy.
cache_mgr admin
Option "cache_mgr" menyatakan alamat e-mail administrator yang bertanggungjawab
pada server.
cache_effective_user squid and cache_effective_group squid
Options ini menyatakan UID/GID dimana cache berjalan.
httpd_accel_host 167.205.206.100 and httpd_accel_port 80
Dari option ini, Squid akan mengetahui nomor port HTTP server yang sebenarnya
dan IP address yang digunakan. Pada contoh di atas IP address webserver adalah
167.205.206.100 pada port 80.
log_icp_queries off
Jika kita tidak menggunakan ICP sebaiknya option ini diset "OFF".
cachemgr_passwd my-secret-pass all
Option "cachemgr_passwd" menyatakan password yang diperlukan untuk
mengakses utilitas program "cachemgr.cgi". Isilah <my-secret-pass> dengan
password yang diinginkan. Keyword <all> akan membuat password yang sama
untuk semua
buffered_logs on
Option "buffered_logs" yang diset "ON" dapat menambah kecepatan penulisan
beberapa file log.

My Musik

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

Comment